Senin, 19 April 2010

RESUME TULISAN AKUNTANSI PART.1

KURIKULUM PENDIDIKAN AKUNTAN
HARUS MEMBUMI

Oleh : Djoko Susanto, Anggota DPN IAI

Salah satu masalah utama terkait dengan persiapan implementasi International Financial Reporting Standard (IFRS) atau standar laporan keuangan internasional di lingkungan perguruan tinggi adalah belum adanya kurikulum baku dan terbatasnya buku-buku teks. Menurut anggota Dewan Pengurus Nasional (DPN) Djoko Susanto, seharusnya kurikulum dan buku-buku sudah disesuaikan dengan IFRS dan bersifat membumi, sesuai dengan kondisi Indonesia.

Para dosen di setiap perguruan tinggi masih menyusun standar yang diharapkan dari penyusunan standar dapat diaplikasikan ke lapangan. Masalah yang lebih penting adalah di pendidikan. Kurikulum pendidikan, silabus dan mata kuliah akuntansi kita masih mengacu pada US GAAP dan buku teks pun dari Amerika. Buku teks yang mengacu IFRS masih kurang / bahkan tidak ada. IAI bekinisiatif bekerja sama dengan Australia untuk mecoba menyusun materi IFRS sebagai bahan pengajaran di kelas. Diharapkan bersamaan dengan implementasi IFRS di tahun 2012 materi tersebut siap dipakai di kelas.

Letak kesulitan dalam implementasi kurikulum dan dosen yang bebasis IFRS adalah banyak terkaitnya faktor biaya. Untuk adopsi butuh biaya banyak. Apalagi dalam persiapan materi kuliah, semua buku teks banyak terkait dengan biaya.

Berikut adalah saran terhadap percepatan terhadap dunia pendidikan di Indonesia, Perlu adanya sosialisasi intensif menuju standar global. Pada 2010, banyak standar harus diterjemahkan. Pada tahun 2011, sudah mulai sosialisasi ke user sebelum 2012 bisa dimplementasikan. Selain itu adanya program pendidikan, Sosialisasi. Ini bukan sesuatu yang baru tetapi untuk pendidikan kita perlu mencontoh yang bukan AS. Sekarang kalau buat kurikulum sebisa mungkin membumi. Untuk materi, Indonesia bekerja sama dengan Australia dan Malaysia.



Nama : Achmad Rizkiansyah
Kelas : 3 EB 05
NPM : 20207015
Tugas : Membuat RESUME dari tulisan
Sumber : Majalah Akuntan Indonesia Edisi No. 17/ Tahun III/ Juni 2009


Minggu, 18 April 2010

RISET AKUNTANSI ABSTRAKSI 2

PENGARUH NET PROFIT MARGIN (NPM)
TERHADAP PROFITABILITAS PADA PT BANK MEGA, TBK.


ABSTRAK
NURESYA MELIYANTI
PENGARUH NET PROFIT MARGIN (NPM) TERHADAP PROFITABILITAS PADA PT. BANK MEGA, TBK
Kata Kunci : Net Profit Margin, Return On Asset


Salah satu masalah yang dihadapi perbankan di Indonesia sekarang ini adalah masalah kesehatan bank. Karena semua kegiatan terutama kegiatan keuangan selalu membutuhkan jasa keuangan.
Salah satu rasio keuangan yang digunakan sebagai tolak ukur kinerja suatu bank yaitu rasio rentbilitas. Perhitungan pada faktor rentabilitas dapat mengukur efisiensi dan profitabilitas bank yang bersangkutan.
Maka dari itu penulis melakukan penelitian ini dengan tujuan ingin mengetahui pengaruh dan besar korelasi yang terjadi antara Net Profit Margin terhadap profitabilitas bank, yang dalam hal ini adalah Return On Asset yaitu salah satu rasio dimana laba sebelum pajak terhadap total aktiva suatu bank.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya korelasi antara Net Profit Margin dan Return On Asset dengan korelasi sebesar 0.433 yang menunjukkan bahwa korelasi antara keduanya adalah positif.


Nama : Achmad Rizkiansyah
Kelas : 3 EB 05
NPM : 20207015
Tugas : Membuat Abstrak dari Jurnal / Penelitian(RISET AKUNTANSI)

RISET AKUNTANSI ABSTRAKSI 1

PERAN MOTIVASI KERJA DAN KEPUASAN KERJA
DALAM MENURUNKAN STRES KERJA


ABSTRAKSI


SULASTRI
SANGSANG SANGABAKTI
PERAN MOTIVASI KERJA DAN KEPUASAN KERJA DALAM MENURUNKAN STRES KERJA
Kata Kunci : Motivasi, Kepuasan dan Stres Kerja


Motivasi merupakan proses mempengaruhi seseorang agar melakukan sesuatu yang diinginkan. Umumnya manusia bekerja untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan hidupnya.
Tingginya persaingan dunia bisnis sekarang ini menyebabkan perusahaan mempunyai tuntutan yang besar terhadap karyawannya. Untuk itu agar karyawan dapat mengimbangi tuntutan perusahaan tempatnya bekerja maka dibutuhkan adanya motivasi dalam diri karyawan tersebut. tuntutan pekerjaan yang begitu banyak, kadangkala membuat karyawan bisa mengalami stres kerja.
Dengan demikian penulis melakukan penelitian dengan tujuan memperoleh bukti apakah motivasi kerja dan kepuasan kerja memiliki peranan dalam menurunkan stres kerja. Penelitian ini menggunakan metode regresi ganda yang dimana setiap variabel diuji satu sama lain. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tidak terdapat peranan yang signifikan dari motivasi kerja dan kepuasan kerja dalam menurunkan stres kerja.


Nama : Achmad Rizkiansyah
NPM : 20207015
Kelas : 3 EB 05
Tugas : Membuat Abstrak dari Jurnal / Penelitian(RISET AKUNTANSI)

Selasa, 06 April 2010

tugas riset akuntansi

Nama : Achmad Rizkiansyah

Kelas : 3 EB 05

NPM : 20 20 70 15

Tugas : Riset Akuntansi

  1. Hasil penelitian akuntansi yang saya sukai dari bacaan ilmiah, yaitu :

Judul : Analisis Keterkaitan Harga Antar Kelompok

Komoditas Pembentuk Inflasi di Sumatra Barat.

Penulis : Gaffari Ramadhan

Waktu Penerbitan : Januari 2009

Nama Buletin : Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan

Volume : 11

Nomor Majalah : 3

  1. Komponen (Urutan) yang ada dalam bacaan tersebut adalah :

I. PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang

I.2. Karakteristik Inflasi di Sumatra Barat

II. METODOLOGI

II.1. Teknik Estimasi

II.1.1. Pengujian Stationeritas

II.1.2. Pengujian Kointegrasi

II.1.3. Model Vector Autoregression (VAR) dan Vector Error Correction Model (VECM)

II.2. Data

III. Hasil dan Analisis

III.1 Kelompok Bahan Makanan (BAMA)

III.1.1. Impluse Response Function Kelompok Bahan Makanan

III.1.2. Variance Decomposition Harga Kelompok Bahan Makanan

III.2. Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau

III.2.1. Impluse Response Function Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau

III.2.2. Variance Decomposition Harga Kelompok Makanan, Minuman, Rokok, dan Tembakau

III.3. Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar

III.3.1. Impluse Response Function Harga Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar

III.3.2. Variance Decomposition Harga Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar

III.4. Kelompok Sandang

III.4.1. Impluse Response Function Harga Kelompok Sandang

III.4.2. Variance Decomposition Harga Kelompok Sandang

III.5. Kelompok Kesehatan

III.5.1. Impluse Response Function Harga Kelompok Kesehatan

III.5.2. Variance Decomposition Harga Kelompok Kesehatan

III.6. Kelompok Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga

III.6.1. Impluse Response Function Harga Kelompok Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga

III.6.2. Variance Decomposition Harga Kelompok Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga

III.7. Kelompok Transportasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan

III.7.1. Impluse Response Function Harga Kelompok Transportasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan

III.7.2. Variance Decomposition Harga Kelompok Transportasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan

IV. KESIMPULAN DAN IMPLIKASI KEBIJAKAN

IV.1. Kesimpulan

IV.2. Implikasi Kebijakan

  1. Penelitian yang saya pilih mmerupakan Basic Research karena penelitian ini ditujukan untuk mengetahui kondisi empiris pergerakan harga dan inflasi anatr komoditi satu dengan yang lainnya..

Kamis, 11 Maret 2010

Tugas Riset Akuntansi

Nama : Achmad Rizkiansyah
Kelas : 3 EB 05
NPM : 20207015
Tugas : Riset Akuntansi


1. 1 bacaan yang saya sukai adalah Penulisan Ilmiah milik Yogi Dwi Hartantyo :

Judul : ANALISIS PERBEDAAN LAPORAN LABA RUGI
MENGGUNAKAN REKONSILIASI (KOREKSI)
PADA PT QUADRAT VISI KOMUNIKA
Penulis : Yogi Dwi Hartantyo

2. Komponen-Komponen yang ada dalam PI tersebut adalah :

a. Halaman Judul yaitu :
Analisis Perbedaan Laporan Laba Rugi menggunakan Rekonsiliasi (Koreksi) Pada PT. Quadrat
Visi Komunika

b. Adanya Lembar Pengesahan pengesahan yang berisi tanggal sidang dan tanda tangan dari
dosen pembimbing, koordinator PI fakultas, dan ketua jurusannya.

c. Abstraksi dari PI tersebut yang ada di dalamnya adalah isi latar belakang, tujuan dan
kesimpulannya.

d. Kata Pengantar

e. Daftar Isi

f. Bab I, PI tersebut terdiri dari Pendahuluan yang termasuk di dalamnya adalah :

1.1 Latar Belakang

1.2 Rumusan dan Batasan Masalah
1.2.1 Rumusan Masalah
1.2.2 Batasan Masalah

1.3 Tujuan Penelitian

1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1 Manfaat Akademis
1.4.2 Manfaat Praktis
1.4.3 Manfaat Bagi Pihak Lain

1.5 Metode Penelitian
1.5.1 Obyek Penelitian
1.5.2 Data
1.5.3 Metode Pengumpulan Data
1.5.4 Alat Analisis

1.6 Sistematika Penulisan

g. Bab II dari PI tersebut adalah Landasan Teori yang terdiri dari :

2.1 Pengertian Pajak

2.2 Fungsi Pajak

2.3 Pelaksanaan Pungutan Pajak
2.3.1 Asas Yang digunakan
2.3.2 Sistem Yang Digunakan
2.3.3 Sistem Tarif

2.4 Pengelompokan Pajak

2.5 Pajak Penghasilan (PPh)
2.5.1 Pengertian PPh
2.5.2 Subyek PPh
2.5.3 Obyek PPh
2.5.4 Jenis-jenis PPh
2.5.5 Tarif Pajak Penghasilan

2.6 Laporan Keuangan Komersial dan Laporan Keuangan Fiskal
2.6.1 Laporan Keuangan Komersial
2.6.2 Laporan Keuangan Fiskal

2.7 Perbedaan Laporan Keuangan Komersial dengan Laporan Keuangan Fiskal
2.7.1 Perbedaan Perlakuan
2.7.2 Perbedaan Pendekatan
2.7.3 Beda Waktu dan Beda Tetap

2.8 Penetapan Penghasilan dan Biaya
2.8.1 Penghasilan
2.8.2 Biaya

2.9 Rekonsiliasi (Koreksi) Laporan Keuangan Komersial

2.10 Alat Analisis
2.10.1 Alat Analisis Deskriptif
2.10.2 Alat Analisis Kuantitatif

h. Bab III dari PI tersebut adalah Metode Penelitian yang terdiri dari :

3.1 Obyek Penelitian

3.2 Data / Variabel Penelitian

3.3 Metode Pengumpulan Data

3.4 Alat Analisis
3.4.1 Alat Analisis Deskriptif
3.4.2 Alat Analisis Kuantitatif

i. Bab IV dari PI tersebut adalah Pembahasan yang terdiri dari :

4.1 Obyek Penelitian
4.1.1 Gambaran Umum Perusahaan
4.1.2 Laporan Aktiva dan Laba rugi Perusahaan

4.2 Hasil Penelitian dan Analisis

j. Bab V dari PI tersebut adalah Penutup yang terdiri dari :

5.1 Kesimpulan

5.2 Saran

3. Dari penulisan tersebut merupakan Basic Research karena penulis mempunyai tujuan sebagai berikut :

1) Mengetahui penyebab perbedaan antara laporan laba rugi yang dihasilkan oleh akuntansi
komersial dan akuntansi perpajakan serta mengetahui pos-pos yang dikoreksi.

2) Mengetahui pengaruh rekonsiliasi/koreksi pada laporan laba rugi komersial terhadap
laba/rugi pada laporan laba rugi menurut perpajakan.

3) Mengetahui pengaruh rekonsiliasi/koreksi terhadap besarnya pajak penghasilan (PPh) yang
terhutang.

Senin, 08 Maret 2010

Audit Manufakturing

Pharmasy Education

Oktober 15, 2009

AUDIT INDUSTRI MANUFAKTUR FARMASI


Diarsipkan di bawah: training — Pharmacy Education @ 10:17 am
Tags: pelatihan audit industri farmasi, pelatihan farmasi, training farmasi

Pada tahun 1988 terjadi skandal obat generic di Amerika Serikat, menyebabkan FDA membuat program yang secara aktif menyetujui lokasi industri manufacturing obat. Tanpa persetujuan ini industri tidak dapat melakukan proses manufacturing pembuatan obat (cGMP)


Sesuai dengan kebijakan tersebut, telah dikeluarkan berbagai: guides, guidances, guidelines, directives, points to consider and letters to industry

Maksud utama FDA dalam membuat dokumen tersebut adalah sebagai panduan wacana bagi inspektur/investigator dalam melakukan inspeksi di industri farmasi.

Regulasi cGMP didasarkan pada:

  1. Inspeksi fasilitas
  2. Analisis sample dan
  3. Sejarah inudstri farmasi, dalam pemenuhan ketentuan sebagai industri farmasi yang memenuhi syarat GMP.

Jadi reputasi industri merupakan salah satu pertimbangan


FDC Act berlaku obat yang diperdagangkan: di antar negara (interstate) Amerika, meliputi pula obat yang akan di ekspor atau di import dari negara lain untuk pasar Amerika Serikat.


FDA berhak menolak masuk setiap obat yang tidak memenuhi ketentuan Amerika Serikat (ada masalah menyangkut: keamanan, identitas, kadar, kualitas atau kemurnian dan lain sebagainya)


Industri farmasi di Amerika Serikat dan negara lain yang akan memasuki pasar obat Amerika Serikat, terlebih dahulu mengalami Pre dan Post Approval Inspection dan mendapatkan sertifikasi (keterangan) bahwa industri farmasi yang diaudit telah memenuhi semua ketentuan FDA tentang cara pembuatan obat yang baik (GMP dan cGMP)


Sebelum dilakukan audit oleh lembaga berwenang, industri farmasi melakukan terlebih dahulu audit internal. Audit internal sangat penting sekali karena akan memberikan masukan tentang kekurangan, untuk dilakukan tindakan perbaikan sebelum dilakukan audit oleh FDA (instansi lain) berwenang. Audit internal dilakukan oleh satu team internal industri atau memintakan jasa konsultan independen untuk melakukan audit


Audit oleh FDA dilakukan secara bertahap, dimana dilakukan Pre and Post Approval Audit Inspection oleh inspektur / investigator terlatih dan berpegalaman.


Satu hal yang merupakan kata kunci adalah pemenuhan ketentuan cGMP yang penuh dengan dokumen proses yang harus sudah divalidasi menurut proses yang seharusnya.

Nama : Achmad Rizkiansyah

Kelas : 3 EB 05

NPM : 20207015

Tugas : “Pemeriksaan Akuntansi 2”

Komentar :

“ Saya setuju dengan maksud utama FDA dalam membuat dokumen

tersebut adalah sebagai panduan wacana bagi inspektur/investigator

dalam melakukan inspeksi di industri farmasi. Sehingga hal tersebut

didapatkan hasil obat yang baik.”

“ Selain itu melakukan audit secara internal juga sangat diperlukan

karena akan memberikan masukan tentang kekurangan, untuk dilakukan

perbaikan.”


Audit Sumber Daya Manusia

Audit Sumber Daya Manusia : Definisi, Manfaat, Tujuan dan Ruang Lingkup Audit SDM

Definisi Audit Sumber Daya manusia (SDM)

Audit merupakan proses pengumpulan dan pengevaluasian bahan bukti tentang informasi yang dapat diukur mengenai suatu entitas ekonomi yang dilakukan seorang yang kompeten dan independen untuk dapat menentukan dan melaporkan kesesuaian informasi dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan (Arens, 1997, p. 1).
Sedang, audit SDM adalah pemeriksaan kualitas kegiatan Sumber Daya Manusia secara menyeluruh dalam suatu departemen, divisi atau perusahaan, dalam arti mengevaluasi kegiatan-kegiatan SDM dalam suatu perusahaan dengan menitikberatkan pada peningkatan atau perbaikan (Rivai, 2004, p. 548).

Menurut Gomez-Mejia (200 1 :28), audit sumber daya manusia merupakan tinjauan berkala yang dilakukan oleh departemen sumber daya manusia untuk mengukur efektifitas penggunaan sumber daya manusia yang terdapat di dalam suatu perusahaan.
Selain itu, audit memberikan suatu perspektif yang komprehensif terhadap praktik yang berlaku sekarang, sumber daya, dan kebijakan manajemen mengenai pengelolaan SDM serta menemukan peluang dan startegi untuk mengarahkan ulang peluang dan strategi tersebut. Intinya, melalui audit dapat menemukan permasalahan dan memastikan kepatuhan terhadap berbagai peraturan perundangan-undangan dan rencana-rencana strategis perusahaan.

Audit SDM merupakan suatu metode evaluasi untuk menjamin bahwa potensi SDM dikembangkan secara optimal (Rosari, 12 Mei 2008). Secara lebih terinci, audit SDM juga memberi feedback dan kesempatan untuk:

1. Mengevaluasi keefektifan berbagai Fungsi SDM yang meliputi: rekrutmen dan seleksi, pelatihan, dan penilaian kinerja
2. Menganalisis kontribusi fungsi SDM pada operasi bisnis perusahaan
3. Melakukan benchmarking kegiatan SDM untuk mendorong perbaikan secara berkelanjutan
4. Mengidentifikasi berbagai masalah strategi dan administratif implementasi fungsi SDM
5. Menganalisis kepuasan para pengguna pelayanan departemen SDM
6. Mengevaluasi ketaatan terhadap berbagai peraturan perundang-undangan, kebijakan dan regulasi pemerintah
7. Meningkatkan keterlibatan fungsi lini dalam implementasi fungsi SDM
8. Mengukur dan menganalisis biaya dan manfaat setiap program dan kegiatan SDM
9. Memperbaiki kualitas staf SDM
10. Memfokuskan staf SDM pada berbagai isu penting dan mempromosikan perubahan serta kreatifitas.

Manfaat Audit SDM

Menurut Rivai (2004, p. 567), audit SDM mengevaluasi aktifitas SDM yang digunakan dalam suatu perusahaan dan merupakan pengendalian kualitas keseluruhan yang mengevaluasi aktifitas SDM dalam suatu perusahaan. Manfaat dari audit SDM ini antara lain yaitu:
1. Mengidentifikasi kontribusi-kontribusi departemen SDM terhadap perusahaan
2. Meningkatkan citra profesional departemen SDM
3. Mendorong tanggungjawab dan profesionalisme yang lebih besar diantara karyawan departemen SDM
4. Memperjelas tugas-tugas dan tanggungjawab departemen SDM
5. Menstimulasi keragaman kebijakan dan praktik-praktik SDM
6. Menemukan masalah-masalah SDM yang kritis
7. Menyelesaikan keluhan-keluhan dengan berpedoman pada aturan yang berlaku
8. Mengurangi biaya-biaya SDM melalui prosedur yang efektif
9. Meningkatkan kesediaan untuk mau menerima perubahan yang diperlukan didalam departemen SDM.

Tujuan Audit SDM
Menurut Rivai (2004, p. 567), audit SDM bertujuan untuk:
1. Menilai efektifitas SDM
2. Mengenali aspek-aspek yang masih dapat diperbaiki
3. Mempelajari aspek-aspek tersebut secara mendalam, dan
4. Menunjukkan kemungkinan perbaikan, serta membuat rekomendasi untuk pelaksanaan perbaikan tersebut.

Ruang Lingkup Audit SDM
Dalam pelaksanaan audit SDM untuk mendukung jalannya kegiatan-kegiatan SDM perlu dilakukan pembatasan terhadap aspek yang akan di audit. Secara garis besar, prospek audit SDM dilakukan terhadap fungsi SDM yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan SDM yang dimulai dari perencanaan SDM, perekrutan, penyeleksian, pelatihan dan evaluasi kinerja SDM (Handoko, 1997, p.226).

Nama : Achmad Rizkiansyah

Kelas : 3 EB 05

NPM : 20207015

Tugas : “Pemeriksaan Akuntansi 2”

Komentar :

Pemeriksaan kualitas kegiatan Sumber Daya Manusia secara menyeluruh dalam suatu departemen, divisi atau perusahaan, dalam arti mengevaluasi kegiatan-kegiatan SDM dalam suatu perusahaan dengan menitikberatkan pada peningkatan atau perbaikan saya rasa itu sangat perlu. Karena ini adalah salah satu metode evaluasi untuk menjamin bahwa potensi SDM dikembangkan secara optimal.

Audit SDM mengevaluasi aktifitas SDM yang digunakan dalam suatu perusahaan dan merupakan pengendalian kualitas keseluruhan yang mengevaluasi aktifitas SDM dalam suatu perusahaan. menurut saya hal ini sangat diperlukan untuk meningkatkan citra profesional departemen SDM,mendorong tanggungjawab dan profesionalisme yang lebih besar diantara karyawan departemen SDM, memperjelas tugas-tugas dan tanggungjawab departemen SDM, menstimulasi keragaman kebijakan dan praktik-praktik SDM, menemukan masalah-masalah SDM yang kritis, menyelesaikan keluhan-keluhan dengan berpedoman pada aturan yang berlaku, mengurangi biaya-biaya SDM melalui prosedur yang efektif.

sumber : google