Sabtu, 16 April 2011

AKUNTANSI INTERNASIONAL 8


BAB VIII

KOMBINASI DAN KONSOLIDASI

BISNIS INTERNASIONAL

Suatu kombinasi bisnis terjadi apabila suatu perusahaan bergabung dengan satu perusahaan lain atau lebih menjadi satu entitas akuntansi dan entitas yang baru tersebut meneruskan aktivitas perusahaan-perusahaan terdahulu yang semula terpisah (APB Opinion No. 16).

Menggabungkan entitas-entitas bisnis yang semula terpisah adalah suatu alternative untuk memperluas usaha. Meskipun tujuan utama kombinasi bisnis adalah profitabilitas, namun manfaat lain yang diperoleh adalah efisiensi operasi melalui integrasi operasi maupun diversifikasi risiko bisnis melalui konglomerasi.

Kombinasi bisnis dapat dikategorikan menjadi salah satu bentuk di bawah ini :

1. Merger, yaitu apabila suatu perusahaan mengambil alih operasi suatu entitas bisnis lain dan entitas bisnis tersebut kemudian dilebur menjadi satu dengan perusahaan yang mengambil alih.

2. Konsolidasi, yaitu apabila suatu perusahaan baru terbentuk dengan mengambil alih asset atau operasi dua atau lebih entitas bisnis yang terpisah dan perusahaan – perusahaan lama tersebut dibubarkan.

3. Akuisisi, yaitu apabila suatu perusahaan membeli hak milik entitas lain, namun kedua entitas bisnis tersebut tetap beroperasi secara terpisah.

Kinerja kauangan dan prospek masa depan perusahaan sebagai sebuah entitas bisnis menarik perhatian berbagai kelompok seperti investor, banker, pekerja dan manajer. Dalam konteks ini sebuah laporan keuangan yangdikontrol dan dikoordinasikan oleh perusahaan induk menjadi relevan.

1. LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

Kebutuhan informasi dari perusahaan multinasional yang beroperasi mendunia menimbulkan kontroversi tentang bagaimana sebuah pelaporan informasi yang terbaik. Konsolidasi pada umumnya diterima dalam praktek sebagai cara akuntansi untuk mombinasi bisnis secara internasional. Laporan konsolidasi menjadi relevan bukan hanya terhadap pemakai luar tetapi digunakan manajemen untuk control dan koordinasi.

2. USAHA HARMONISASI INTERNASIONAL

Menyangkut harmonisasi internasional pada permasalahan konsolidasi, terdapat beberapa ide yang mengarah pada pemahaman secara bersamaan mengenai konsolidasi terutama pada tingkat masyarakat Eropa dan IASC. Di Eropa langkah yang paling berharga bagi harmonisasi adalah adaptasi Seventh Directive On Consolidated Account pada tahun 1983. Poin yang tercantum sangat penting dalam hal member arahan bagi konsolidasi secara luas pada tingkat dunia. Arahan tersebut juga searah dengan praktek akuntansi Anglo- Amerika yang dominan pada saat ini. Meskipun demikian arahan ini juga memasukkan praktek-praktek di Eropa.

Beberapa kompromi dilakukan untuk menggabungkan konsolidasi ala daratan Eropa dan khususnya praktek di Jerman. Masalah utama adalah pendekatan Inggris mendorong kekuatan legal untuk control perusahaan lain melalui kepemilikan saham, sementara pendekatan Jerman meningkatkan eksistensi melalui control manajemen. Seventh Directive memberikan peluang untuk pemakaian kedua pendekatan tersebut. Konsolidasi yang diminnta menurut Article 1 jika salah satu dari kondisi di bawah ini terpenuhi :

1. Sebagian besar dari pemegang saham dengan hak voting.

2. Pemegang saham dan hak untuk memilih mayoritas dewan direktur.

3. Pengaruh dominan sebagai hasil dari kontrak .

Di Prancis tiadanya peraturan yang baku mengenai konsolidasi mengakibatkan praktek yang banyak berbeda. Di tingkat internasional, harmonisasi yang diprakarsai oleh IASC mengenai konsolidasi terwujud dalam salah satu bagian IAS (27 dan 28) yang menyatakan bahwa laporan keuangan konsolidasi tingkat dunia harus disajikan bersama dengan informasi mengenai perusahaan anggota grup termasuk anak-anak perusahaan. Kombinasi meliputi semua anak perusahaan kecuali dilakukan justifikasi dan diperlakukan dengan metode ekuiti.

Permasalah yang dihadapi IASC adalah membangun sebuah dasar teori yang kuat bagi alternatif-alternatif yang ditawarkan dalam usulan IASC. Yang sering Nampak adalah IASC lebih banyak dipengaruhi oleh praktek-praktek akuntansi dan maksud-maksud untuk lebih menyeragamkan perlakuan akuntansi. Salah satunya terlihat dalam kasus goodwill yang muncul karena konsolidasi, meskipun praktek perlakuan goodwill sebagai asset yang bias diamortisasi telah banyak dilakukan.

3. LAPORAN ALIRAN KAS

Laporan aliran kas atau laporan posisi keuangan semakin diakui sebagai sebagai perangkat yang tidak kalah pentingnya dalam keseluruhan laporan keuangan konsolidasi. Laporan ini menggambarkan aliran masuk dana dari operasi dan dari hal seperti pinjaman baru, modal atau penjualan asset bersama dengan aliran keluar dana yang diperuntukkan bagi pembayaran dividen, pembayaran utang dan investasi.

Laporan ini member gambaran mengenai kinerja keuangan, stabilitas keuangan, dan prospek likuiditas dari suatu perusahaan. Berikut akan disajikan table yang menggambarkan perbandinagn praktek di berbagai Negara.






4. AKUNTANSI JOINT VENTURE

JOINT VENTURE merupakan fenomena bisnis yang relative baru dan tumbuh dengan cepat beserta isu-isu yang melatarbelakangi. Baik antara perusahaan multinasional itu sendiri dan antara perusahaan di Negara tempat operasinya maupun dengan pemerintah. Masalah yang terjadi adalah bagaimana untuk melakukan koordinasi kultur dan tradisi akuntansi yang berbeda dengan cara yang dapat memberikan solusi kepada control keuangan, pengukuran laba dan penilaian investasi joint venture. Jika terdapat perbedaan asset, depresiasi, perlakuan utang, dan penggunaan dana untuk berbagai tujuan dan termasuk investasi baru dan manfaat social pegawai.

Gelombang baru joint venture juga memiliki banyak pertanyaan seputar pelaporan keuangan oleh perusahaan multinasional. Dalam hal ini, IASC mencoba memberikan solusi dengan mengeluarkan IAS 31 pada Desember 1990 “Financial Reporting of International In Joint Ventures”. IAS 31 mendefinisikan joint venture sebagai ”penyajian control oleh dua atau lebih pihak yang sepakat melakukan aktivitas yang dapat dikontrol bersama”.

Ada tiga bentuk joint venture yaitu Operasi, Aset, dan Perusahaan meskipun secara umum lebih banyak berbentuk operasi dan asset daripada perusahaan. Benchmark Treatment yang direkomendasikan untuk IASC, menggunakan pendekatan konsolidasi secara proporsioanal baik kombinasi saham dari asset, utang, pendapatan dan biaya joint venture ke dalam dasar line-by-line dengan grup yang dikonsolidasi atau dengan memasukkan item yang terpisah dalam laporan keuangan konsolidasi.

Adapun metode yang digunakan, pengungkapan informasi disyaratkan mengungkapkan mengenai ketidakpastian, komitmen modal, daftar dan deskripsi kepentingan yang signifikan dan proporsi kepemilikan yang mengontrol suatu entitas.

NAMA : ACHMAD RIZKIANSYAH

NPM : 20207015

KELAS : 4EB05

TUGAS : SOFTSKILL “AKUNTANSI INTERNASIONAL”

DOSEN : HARYONO

DAFTAR PUSTAKA

Eko Suwardi. 2000. Akuntansi Internasional, Edisi Pertama. Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta.


Minggu, 10 April 2011

AKUNTANSI INTERNASIONAL 7

BAB VII

AUDIT EKSTERNAL

OPERASI LUAR NEGERI

Akuntan bertanggung jawab menyediakan data ekonomi yang menunjukkan efisiensi dan produktivitas usaha dan bermanfaat untuk pembuatan kebijakan makro. Kualitas profesi audit merupakan fungsi dari beberapa audit dan akuntansi, kualitas sistem pendidikan dan proses sertifikasi.

A. Identitas

Identitas merupakan syarat mengenai jati diri calon, menunjukkan bahwa calon adalah warga Negara mendapat sertifikat, calon tak bangkrut, di bawah pengawasan pengadilan, atau calon merupakan anggota organisasi khusus.

B. Persyaratan Pendidikan, Pengalaman, dan Pengujian

Sertifikasi mensyaratkan calon menempuh jenjang pendidikan tertentu sebelum memperoleh sertifikat. Pengalaman kerja melibatkan beberapa banyak pengalaman kerja dibutuhkan sedang pengujian menentuka calon lulus atau tidak.

C. Ukuran Profesi

Mutu hasil kerja profesi tidak bias dinilai masyarakat awam dan akuntan adalah professional yang mengetahui kualitas kerja mereka. Oleh karena itu, para professional harus mengatur dirinya sendiri yang dalam hal ini dilaksanakan organisasi profesi. Jumlah akuntan tergantung barrier to entry untuk masuk profesi.

D. Reciprocity

Reciprocity berarti akuntan dapat memiliki ijin di suatu Negara untuk melakukan praktek di Negara lain. Beberapa Negara tidak mengijinkan audit perusahaan di dalam negerinya dilakukan auditor yang tidak memiliki ijin profesi Negara tersebut.

E. Harmonisasi di Masyarakat Eropa

Masyarakat eropa merilis rangkaian petunjuk, lalu diadopsi badan menteri Masyarakat Eropa pada 1984, mengulas :

1) Kualifikasi statuory auditor

Untuk memperoleh sertifikasi calon harus memenuhi syarat pendidikan, pangalaman dan pengujian. Khusus pengalaman minimal telah tiga tahun praktek pelatihan.

2) Reciprocity

Kondisi yang harus dipenuhi auditor untuk praktek di Negara lain : memenuhi persyaratan, harus menunjukkan bahwa ia mengerti undang-undang dan persyaratan mengaudit sesuai Negara asal.

3) Independensi

The Eight Directive memutuskan memberikan ijin masing-masing Negara untuk menentukan kondisi yang diinginkan untuk independensi. KAP internasional harus menyesuaikan operasi di tiap Negara untuk mengikuti budaya dan kondisi perekonomian Negara yang bersangkutan.

1. KANTOR AKUNTAN GLOBAL

Perbedaan latar belakang akuntan public menyebabkan perlu standar akuntansi berterima umum yang berlaku di seluruh dunia. KAP besar yang berekspansi ke luar negeri harus menyesuaikan pelayanan audit dari pengiriman auditor ke luar negeri sampai penyusunan laporan dengan audit lokal. Tren persaingan KAP adalah merger dengan alas an peningkatan bisnis global. KAP umumnya membagi layanan dalam tiga area; akuntansi dan audit, pajak dan konsultasi.

A. Alasan-alasan Ekspansi

1. Kebutuhan untuk mendeskripsikan peningkatan usaha yang memerlukan satu audit untuk semua perusahaan dalam satu kelompok.

2. Untuk menggambarkan ekspansi yang memerlukan pelayanan KAP internasional.

Akuntansi global dan peningkatan klien pasar luar negeri mempengaruhi ekspansi usaha audit.

B. Pelayanan Klien Internasional

Cara sederhana KAP melayani klien multinasional adalah dengan mengirim auditor dari kantor pusat untuk melayani klien di luar negeri. Pendekatan berbeda lain :

1) Pendekatan Koresponden (Pendekatan Tidak Langsung)

Hubungan korespondensi kuat jika koresponden lokal member pelayanan eksklusif untuk satu KAP asing, koresponden lemah jika member pelayanan lebih dari satu KAP asing.

2) Pendekatan Cabang (Pendekatan Langsung)

Pendirian cabang di luar negaeri yang mungkin terpisah dari induk.

C. Persekutuan Global

KAP di luar negeri ialah organisasi otonom, berdasar keuntungan dan pelayanan bersama.

D. Issue Operasional Persekutuan Global

Kemampuan auditor menghasilkan laporan audit yang baik bergantung pada beberapa faktor – faktor spesifik antara laian :

1. Pembatasan penggunaan nama kantor akuntan

2. Pembatasan hak pendirian dan asosiasi

3. Pembatasan ruang lingkup praktek

4. Pembatasan upah yang dikirim ke kantor akuntan pusat

5. Diskriminasi pajak

6. Pengendalian mutu

2. PROSES AUDIT

Auditor internasional menekankan bahwa standard an praktek pemeriksaan seperti standar dan praktek akuntansi berdasar beragam pertimbangan antarnegara.

A. Sumber dari Kepatuhan dan Persyaratan Audit

Perkembangan standar audit memiliki hubungan timbale balik yang kompleks dengan budaya, legal-politik, dan keanekaragaman ekonomi Negara tersebut. Ada perbedaan dalam syarat-syarat audit. Compliance audit menentukan yang diaudit mengikuti prosedur atau patuh pada otoritas yang lebih tinggi.

B. Perbedaan Standar Audit

Beberapa alasan standar audit bervariasi pada beberapa Negara misal di US dan UK pasar modal dan organisasi profesi berkualitas tinggi. Budaya juga memainkan peranan penting.

C. Pendapat Audit

International Federation of Accountant berdiri 1983 mengeluarkan International Audit Guideline No. 13 “Laporan auditor dan Laporan Keuangan” yang berisi elemen-elemen kunci yang disertakan : (1) judul, (2) alamat yang diaudit, (3) identifikasi laporan keuangan yang diaudit, (4) referensi standar audit atau praktek yang diakui, (5) pendapat/penolakan auditor atas laporan keuangan, (6) tanda tangan, (7) alamat auditor, (8) tanggal laporan.

3. HARMONISASI STANDAR AUDIT

Manfaat pengembangan standar audit berterima umum :

1. Menjamin laporan audit dihasilkan Negara lain dapat dipertanggungjawabkan

2. Meningkatkan manfaat keberadaan standar akuntansi internasional

3. Membantu pembaca dalam membuat perbandingan keuangan internasional

4. Mendorong perbaikan dan perluasan suatu bentuk standar akuntansi

5. Membantu aliran modal investasi

6. Mempermudah Negara terbelakang menghasilkan standar audit domestic


NAMA : ACHMAD RIZKIANSYAH

NPM : 20207015

KELAS : 4EB05

TUGAS : SOFTSKILL “AKUNTANSI INTERNASIONAL”

DOSEN : HARYONO


DAFTAR PUSTAKA

Eko Suwardi. 2000. Akuntansi Internasional, Edisi Pertama. Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta.