Selasa, 31 Mei 2011

Tulisan-Softskill "Kewirausahaan"

KEWIRAUSAHAAN

PENDAHULUAN

1. Pengertian Kewirausahaan

Seperti yang kita ketahui kewirausahaan berasal dari dua kata dasar wirausaha dan wirausaha terdiri dari dua kata yaitu, Wira yang berarti ksatria, pahlawan, pejuang, unggul, gagah berani, sedangkan satu kata lagi adalah Usaha yang berarti bekerja, melakukan sesuatu. Dengan demikian pengertian dari wirausaha ditinjau dari segi arti kata adalah orang tangguh yang melakukan sesuatu.

Kewirausahaan (Entrepreneurship) berasal dari Bahasa Perancis yang artinya Perantara dan dapat diartikan sebagai sikap dan perilaku mandiri yang mampu memadukan unsur cipta, rasa dan karya atau mampu menggabungkan unsur kreativitas, tantangan, kerja keras dan kepuasan untuk mencapai prestasi maksimal.

Definisi Kewirausahaan yang lain adalah proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul resiko financial, psikologi social yang menyertainya, serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi.

2. Kewirausahaan dalam Perspektif Sejarah

Tidak ada bisnis yang menjadi besar secara langsung, hanya dengan disertai visi dan kemampuan mengelola suatu bisnis dapat berkembang menjadi besar. Para wirausahawan dunia modern muncul pertama kali di Inggris pada masa revolusi industri pada akhir abad kedelapan belas. Masa tersebut merupakan era produksi dengan menggunakan mesin yang diawali dengan penemuan mesin uap oleh James Watt, mesin pemintal benang oleh Richard Arkwrigth,dll. Mereka menerapkan penemuan ilmu untuk tujuan produksi dan berusaha mendapatkan peningkatan output industri yang sangat besar melalui penggunaan teknologi baru.

Di Indonesia banyak bisnis yang telah berkembang mulai dari usaha ynag sangat kecil hingga menjadi sangat besar. Contoh dari usaha-usaha tersebut adalah Es Teller 77, Jaringan Kursus dan Bimbel Primagama, Blue Bird Taxi, Rokok Sampoerna,dll. Dari perspektif kewirausahaan, perkembangan usaha-usaha di atas dientaskan oleh tangan –tangan dingin pebisnis unggul secara konsisten dan pantang menyerah dalam menghadapi situasi sulit serta menjalankan rencana dengan penuh determinasi agar tercapai tujuan visisoner yang dicita-citakan. Factor pendukung keberhasilan bisnis yang dikelola antara lain kemampuan berinovasi, keberanian mengambil resiko yang terhitung sebelumnya.

Para wirausahawan awal ini mempunyai karakteristik kesabaran dan tenaga yang tidak terbatas. Beberapa mempunyai uang, dan bukan berasal dari golongan bangsawan. Mereka muncul dari kelas menengah-bawah, didorong oleh keinginan untuk mewujudkan impian dan gagasan inovatif menjadi kenyataan. Tujuan utama mereka adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi-organisasi mereka. Mereka percaya pada nilai kerja yang mereka lakukan, mereka tidak mementingkan keuntungan dan kekayaan sebagai tujuan pertama. Keberhasilan memberi arti dan kebanggan pada usaha yang mereka lakukan.


PEMBAHASAN

1. Karakteristik Wirausahawan

Sejarah kewirausahaan menunjukkan bahwa wirausahawan mempunyai karakteristik umum serta berasal dari kelas yang sama. Para pemula revolusi industri Inggris berasal dari kelas menengah dan menengah ke bawah. Dalam sejarah Amerika pada akhir abad kesembilan belas, Heillbroner mengemukakan bahwa rata-rata wirausahawan adalah anak dari orang tua- orang tua yang mempunyai kondisi keuangan yang memadai, tidak miskin dan tidak kaya.

Wirausahawan umumnya mempunyai sifat yang sama. Mereka adalah orang yang mempunyai tenaga, keinginan untuk terlibat dalam petualangan inovatif, kemampuan untuk menerima tanggung jawab pribadi dalam mewujudkan suatu peristiwa dengan cara yang mereka pilih, dan keinginan untuk berprestasi yang sangat tinggi.

Wirausahawan adalah orang yang merubah nilai sumber daya, tenaga kerja, bahan dan factor produksi lainnya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dan juga orang yang melakukan perubahan, inovasi dan cara-cara baru. Berikut ini merupakan karakteristik wirausahawan menurut McClelland :

Ø Keinginan untuk Berprestasi

Penggerak psikologis utama yang memotivasi wirausahawan adalah kebutuhan untuk berprestasi. Kebutuhan ini didefinisikan sebagai keinginan atau dorongan dalam diri orang yang memotivasi perilaku kea rah pencapaian tujuan. Pencapaian tujuan merupakan tantangan bagi kompetensi individu.

Ø Keinginan untuk Bertanggung jawab

Wirausahawan menginginkan tanggung jawab pribadi bagi pencapaian tujuan. Mereka memilih menggunakan sumber daya sendiri dengann cara bekerja sendiri untuk mencapai tujuan dan bertanggung jawab sendiri terhadap hasil yang dicapai. Akan tetapi, mereka akan melakukannya secara kelompok sepanjang mereka bias secara pribadi mempengaruhi hasil-hasilnya.

Ø Preferensi kepada Resiko-Resiko Menengah

Wirausahawan bukanlah penjudi. Mereka memilih menetapkan tujuan-tujuan yang membutuhkan tingkat kinerja yang tinggi, suatu tingkatan yang mereka percaya akan menuntut usaha keras tetapi yang dipercaya bisa mereka penuhi.

Ø Persepsi pada Kemunginan Berhasil

Keyakinan pada kemampuan untuk mencapai keberhasilan adalah kualitas kepribadian Wirausahawan yang penting. Mereka mempelajari fakta-fakta yang dikumpulkan dan menilainya. Ketika semua fakta tidak sepenuhnya tersedia, mereka berpaling pada sikap percaya diri mereka yang tinggi dan melanjutkan tugas-tugas tersebut.

Ø Rangsangan oleh Umpan Balik

Wirausahawan ingin mengetahui bagaimana hal yang mereka kerjakan, apakah umpan baliknya baik atau buruk. Mereka dirangsang untuk mencapai hasil kerja yang lebih tinggi dengan mempelajari seberapa efektif usaha yang mereka lakukan.

Ø Aktivitas Enerjik

Wirausahawan menunjukkan energi yang jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata orang. Mereka bersifat aktif serta mempunyai proporsi waktu yang besar dalam mengerjakan tugas dengan cara baru. Mereka sangat menyadari perjalanan waktu. Kesadaran ini merangsang mereka untuk terlibat secara mendalam pada kerja yang mereka lakukan.

Ø Orientasi Kemasa Depan

Wirausahawan melakukan perencanaan dan berpikir ke depan. Mereka mencari dan mengantisipasi kemungkinan yang terjadi jauh dimasa depan.

Ø Keterampilan dalam Pengorganisasian

Wirausahawan menunjukkan keterampilan dalam mengorganisasi kerja dan orang-orang dalam mencapai tujuan. Mereka sangat obyektif di dalam memilih individu-individu untuk tugas tertentu. Mereka akan memilih yang ahli dan bukannya teman agar pekerjaan dapat dilakukan dengan efisien.

Ø Sikap terhadap Uang

Keuntungan financial adalah nomor dua dibandingkan arti penting dari prestasi kerja mereka. Mereka hanya memandang uang sebagai lambing kongkrit dari tercapainya tujuan dan sebagai pembuktian bagi kompetensi mereka.

2. Penentuan Potensi Kewirausahaan

Di bawah ini adalah hal-hal yang bias memberikan potensi bagi kewirausahaan (Karakteristik wirausahawan yang sukses dengan n Ach tinggi):

Ø Kemampuan Inovatif

Inovasi memerlukan pencarian kesempatan baru. Hal tersebut berarti perbaikan barang dan jasa yang ada, menciptakan barang dan jasa baru, atau mengkombinasikan unsur-unsur produksi tang ada dengan cara baru dan lebih baik.

Ø Toleransi terhadap Kemenduaan (ambiguity)

Ini berarti kemampuan untuk berhubungan dengan hal yang tidak terstruktur dan tidak bisa diprediksi. Karakteristik ini berkaitan erta dengan proses inovatif. Inovasi berasal dari kreatifitas yang ada, yang memerlukan perbaikan kondisi yang ada, tergantung pada kemampuan seseorang, dan secara total terserap dalam proses. Orang-orang yang kreatif mempunyai kemampuan untuk membangun struktur dari situasi yang tidak berbentuk.

Ø Keinginan untuk Berprestasi

Keinginan untuk berprestasi (n Ach) adalah tanda-tanda pentingdari dorongan kewirausahaan. Hal ini menandai parapemiliknya sebagai orang yang tidak mengenal menyerah didalam mencapai tujuan yang telah mereka tetapkan sendiri.

Ø Kemampuan Perencanaan Realistis

Menetapkan tujuan yang menentang dan bisa diterapkan adalah tanda dari perencanaan realistis, tujuan ditetapkan sesuai dengan n Ach dari wirausahawan.

Ø Kepemimpinan Terorientasi Kepada Tujuan

Wirausahawan membutuhkan aktivitas yang mempunyai tujuan. n Ach yang tinggi memotivasi mereka untuk mengarahkan tenaga mereka dan rekan kerja serta bawahan mereka kearah tujuan yang ditetapkan. Semua usaha dalam organisasi dipusatkan untuk mencapai tujuan utama organisasi tersebut.

Ø Obyektivitas

Wirausahawan obyektif di dalam mengarahkan pemikiran dan aktifitas kewirausahaannya dengan cara prakmatis. Wirausahawan mengumpulkan fakta-fakta yang ada, mempelajarinya, dan menentukan arah tindakan dengan cara-cara praktis. Jika tidak ada fakta-fakta yang memadai untuk mendefinisikan situasi sepenuhnya, mereka meneruskan pekerjaan dengan rasa percaya pada kemampuan mereka di dalam mengatasi kendala yang tidak bisa diramalkan terlebih dahulu.

Ø Tanggung Jawab Pribadi

Wirausahawan memikul tanggung jawab pribadi, mereka menetapkan tujuan sendiri dan memutuskan bagaimana mencapai tujuan tersebut dengan kemampuan mereka sendiri.

Ø Kemampuan Beradaptasi

Para wirausahawan mampu beradaptasi menyesuaikan diri dengan perubahaan lingkungan. Ketika wirausahawan terhambat oleh kondisi yang berbeda dari apa yang mereka harapkan, mereka tidak menyerah, namun menilai situasi secara obyektif, merumuskan rencana-rencana baru yang dipercaya akan efektif pada lingkungan baru tersebut, dan mengaktifkannya. Hal ini merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh wirausahawan.

Ø Kemampuan sebagai Pengorganisasian dan Administrator

Wirausahawan mempunyai kemampuan mengorganisasi dan administrasi di dalam mengidentifikasi dan mengelompokan orang-orang berbakat untuk mencapai tujuan. Mereka menghargai kompetensi dan akan memilih para spesialis untuk mengerjakan tugas dengan efisien. Mereka cenderung tidak bekerja baik dalam hal-hal rutin dan akan melakukan pekerjaan dengan baik jika meninggalkan rutinitas kepada orang lain. Kekuatan mereka sebagai administrator terletak pada kemampuan mereka melihat kedepan dan mengantisipasi kemungkinan masa depan.

3. Metode Analisa Diri Sendiri

Orang-orang yang ingin menulai usaha baru hendaknya memperhitungkan kebutuhan, dorongan dan aspirasi sebelum mengambiil langkah-langkah penting. Kebutuhan disini adalah hal-hal yang akan membantu individu memutuskan apakah kepribadian mereka sesuai dengan peranan kewirausahaan. Identifikasi kebuutuhan-kebutuhan tersebut akan memberitahukan sesuatu mengenai dorongan motivasi yang mengarahkan perilaku mereka-dan sesuatu mengenai aspirasi dalam hidup. Dengan jenis pengertian ini, mereka akan lebih siap untuk memutuskan apakah memulai bisnis sendiri akan menguntungkan.

McClelland mengemukakan tiga kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi. Kebutuhan tersebuta adalah kebutuhan untuk berprestasi, n Ach ; berafiliasi, n Afill; dan kebutuhan untuk berkuasa, n Pow. Kebutuhan berafiliasi adalah kebutuhan untuk membentuk hubungan yang hangat dan bersahabat dengan orang lain-keinginan untuk menerima dan disukai. Kebutuhan untuk berkuasa menguraikan keinginan untuk mengendalikan cara-cara mempengaruhi orang lain, keinginan untuk mendominasi, untuk meyakinkan orang lain tentang kebenaran dari superioritas orang lain.

Analisa Prestasi Pribadi

Suatu cara dimana individu-individu bisa menilai kebutuhan mereka adalah dengan menelaah pengalaman-pengalaman yang paling tidak bisa mereka lupakan dalam karir mereka. Dua jenis pengalaman yang tidak bisa mereka lupakan adalah; pengalaman yang mereka ingat sangat memuaskan bagi diri mereka dan pengalaman yang sangat tidak memuaskan bagi mereka.

Individu-individu hendaknya menentukan sumber-sumber kepuasan dan sumber-sumber ketidakpuasan. Jika hal-hal yang diingat dalam suatu peristiwa dipusatkan pada kemenangan atas kekalahan atau pemecahan masalah yang sulit dengan kecerdasan sendiri, kebutuhan yang dipenuhi tersebut termasuk kategori n Ach. Jika kepuasan diperoleh dari mendamaikan pertikaian dalam kelompok kerja atau membangun hubungan kerja sama dengan rekan sebaya, kebutuhan yang terpenuhi termasuk dalam n Afill. Jika kepuasan diperoleh dari keberhasilan mendapatkan pengaruh dalam kelompok kerja melalui persuasi atau politik maka kebutuhan tesebut bisa diklasifikasikan sebagai n Pow.

Individu-individu juga bisa mengungkapkan data tambahan dengan menelaah peristiwa-peristiwa yang menimbulkan kekecewaan dalam karir mereka. Contohnya, hambatan didalam menerima tanggung jawab untuk suatu tugas, kesulitan yang berasal dari ketidak adilan dari atasan kepada diri sendiri dan orang lain, atau rasa frustasi didalam menggapai status yang lebih tinggi.

Analisa data tersebut akan membantu menjelaskan jenis kebutuhan yang memotivasi individu. Kepuasan dengan pencapaian tujuan yang utama, standard yang tinggi, dan kompetensi didalam mencapai tujuan tersebutmerupakan indikasi yang jelas dari n Ach.

Menurut Frederick Hertzberg n Ach adalah sumber dari golongan motivasional yang ditunjukkan oleh kepribadian kewirausahaan. Manusia dengan kebutuhan untuk berprestasi yang tinggi akan didorong kearah perilaku berprestasi. Ketika perilaku tersebut menimbulkan kesuksesan mereka mengalami kepuasan yang besar dari prestasi tersebut.

4. Pengembangan n Ach

Menurut McClelland adalah mungkin untuk memperkuat dan mengembangkan karakteristik n Ach melalui program pendidikan pelatihan khusus dipusatkan pada kursus intensif singkat selama sepuluh hari samapai dua minggu untuk mengembangkan n Ach individu.

Tahap pertama dalam pelatihan membantu menyadarkan orang-orang pada potensi mereka untuk mendapatkan karakteristik kewirausahaan. Mereka diminta untuk menulis rencana-rencana tertentu bagi perubahan pribadi untuk dua tahun yang akan dating. Kemudian mereka diminta untuk menulis secara mendetail, rencana-rencana tertentu untuk mencapai tujuan yang menerangkan kesulitan-kesulitan apa yang mungkin akan mereka hadapi. Bagaimana mereka akan mengatasinya, dan apa harapan dan tanggapan emosional pribadi mereka yang mungkin akan terjadi pada berbagai tahapan proses. Individu dibimbing untuk realistis, praktis, dan spesifik dalam melakukan perencanaan. Mereka diminta untuk mengevaluasi kemajuan yang mereka capai di dalam memenuhi tujuan mereka setiap enam bulan secara tertulis. Prosedur ini akan mendorong mereka memusatkan diri pada tujuandan memberikan umpan balik pada hasil kerja yang dianggap bernilai yang bias digunakan mengarahkan usaha mereka kearah prestasi.

Tahap kedua dipusatkan pada pengembangan dari apa yang diistilahkan sindrom prestasi. Individu-individu diajar untuk berpikir, berbicara, bertindak, dan menyadari orang lain sebagai pribadi dengan n Ach tinggi. Mereka diajar bagaimana menulis kisah-kisah yang menghasilkan n Ach tinggi melalui cara belajar bagaimana berpikir dengan standar yang tinggi, pencapaian inovasi, dan menetapkan tujuan jangka panjang untuk berprestasi. Mereka dilatih untuk mengambil resiko menengah dalam permainan dimana mereka bias berhasil melalui keterampilan mereka sendiri dan umpan balik tentang kinerja yang berkesinambungan. Melalui cara-cara tersebut dan melalui penggunaan bahasa prestasi para peserta dibiasakan untuk berpikir dengan cara baru. Sikap mereka secara menyeluruh disesuaikan untuk melihat dunia dari sudut pandang pencapaian tujuan.

Tahap ketiga berhubungan dengan dukungan kognitif. Tujuannya untuk membantu orang-orang menghubungkan cara berpikir baru dengan asumsi mereka sebelumnya dan cara melihat dunia. Peserta diberikan dukungan untuk konsep baru dalam tiga bidang; dasar ilmiah dan logis untuk mengaitkan n Ach dengan keberhasilan kewirausahaan, citra diri mereka sendiri, dan pengertian apa yang penting bagi mereka dalam hidup. Dasar rasional untuk menghubungkan n Ach dengan keberhasilan dari usaha baru disajikan melalui teori dan data riset. Peserta menelusuri swa-konsep mereka melalui pertemuan individu dan kelompok. Mereka berusaha menjawab masalah-masalah :

    1. Apakah saya mempunyai n Ach yang tinggi?
    2. Jika tidak, apakah saya ingin mempunyai n Ach yang tinggi?
    3. Apakah saya mempunyai kebutuhan yang kuat, seperti n Afill dan n Pow, yang akan sulit dan tidak menarik bagi saya untuk mengembangkan n Ach saya?

Individu –individu kemudian siap untuk memutuskan apakah mereka siap dengan karir kewirausahaan atau tidak.

Aspek terakhir dari pelatihan dipusatkan pada pemberian dukungan emosional peserta di dalam usaha mereka untuk merubah diri mereka sendiri. Mereka mengalami penegasan dan pendasaran di dalam hubungan yang membantu yang diberikan oleh pelatih dan rekan. Penegasan secara tidak langsung menyatakan pengetahuan yang dialami oleh orang lain sebagaimana yang mereka sendiri alami, konfirmasi membenarkan swa-persepsi mereka dan menguatkan rasa percaya diri mereka. Pendasaran secara tidak langsung menyatakan bahwa individu mampu menggunakan kemampuan besar mereka dan mengemukakan kebutuhan besar mereka.

Keseluruhan pola pelatihan pengembangan n Ach menyesuaikan diri dengan satu cara terbaik untuk membantu individu meningkatkan tingkat penerimaan diri, penegasan dan pendasaran mereka – yaitu tercapainya kondisi bagi keberhasilan psikologis. Menurut Chris Argyris kondisi tersebut adalah :

Ø Individu mampu mendefinisikan tujuan – tujuan mereka sendiri

Ø Tujuan – tujuan tersebut berhubungan denagn kebutuhan, kemampuan, dan nilai-nilai mereka

Ø Individu mendefinisikan arah dari tujuan-tujuan tersebut

Ø Pencapaian tujuan tersebut mewakili tingkat aspirasi realistis bagi individu

5. Manajemen Kewirausahaan

Terdapat faktor-faktor disamping n Ach yang dapat diajarkan untuk melahirkan seorang wirausahawan yaitu berupa pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi kesempatan bisnis, analisa resiko, dan perolehan kompetensi manajerial.


PENUTUP

1. Kesimpulan

i. Kewirausaahaan (Entrepreneurship) berasal dari bahasa perancis yang artinya Perantara. Kewirausahaan adalah proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul resiko finansial, psikologi sosial yang menyertainya, serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi.

ii. Wirausahawan adalah orang yang merubah nilai sumber daya, tenaga kerja, bahan dan faktor produksi lainnya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dan juga orang yang melakukan perubahan, inovasi dan cara-cara baru.

iii. Kewirausahaan Dalam Perspektif Sejarah:

- Muncul pertama kali di Inggris pada akhir abad 18

- Diawali dengan penemuan-penemuan baru seperti mesin uap, mesin

pemintal dll

- Tujuan utama mereka adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi

melalui inovasi dan kreativitas. Jadi keuntungan dan kekayaan bukan tujuan utama

iv. Karakteristik Wirausahawan Menurut McClelland :

1. Keinginan untuk berprestasi

2. Keinginan untuk bertanggung jawab

3. Preferensi kepada resiko-resiko menengah

4. Persepsi kepada kemungkinan berhasil

5. Rangsangan oleh umpan balik

6. Aktivitas energik

7. Orientasi ke masa depan

8. Keterampilan dalam pengorganisasian

9. Sikap terhadap uang

v. Di bawah ini hal-hal yang bisa memberikan potensi bagi kewirausahaan:

(karakteristik wirausahawan yang sukses dengan n Ach tinggi)

Kemampuan inovatif

Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity)

Keinginan untuk berprestasi

Kemampuan perencanaan realistis

Kepemimpinan terorientasi kepada tujuan

Obyektivitas

Tanggung jawab pribadi

Kemampuan beradaptasi

Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator

vi. Metode analisa diri sendiri yaitu sebagai berikut :

· Untuk kebutuhan usaha baru harus memperhitungkan kebutuhan, dorongan

dan aspirasi.

· Tiga kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi

menurut McClelland yaitu kebutuhan untuk berprestasi (n Ach), kebutuhan

berafiliasi (n Afill) dan kebutuhan untuk berkuasa (n Pow)

· Analisa prestasi pribadi, analisa dengan melihat pengalaman yang tidak

terlupakan yaitu pengalaman yang sangat memuaskan dan pengalaman yang

sangat tidak memuaskan

vii. N Ach dapat diperkuat dan dikembangkan melalui program pelatihan. Tahap-

tahapnya antara lain :

· Menyadarkan orang-orang pada potensi mereka untuk mendapatkan

karakteristik kewirausahaan. Mereka dilatih untuk membuat rencana,

harapan, kesulitan dan mengevaluasi segala tindakan yang telah dilakukan

· Pengembangan sindrom prestasi. Individu diajar untuk berpikir, berbicara,

bertindak dan menyadari orang lain

· Dukungan kognitif. Tujuannya untuk membantu orang-orang

menghubungkan cara berfikir baru dengan asumsi mereka sebelumnya dan

cara melihat dunia.

· Pemberian dukungan emosional peserta di dalam usaha mereka untuk

merubah diri.

viii.Terdapat faktor-faktor disamping n Ach yang bisa diajarkan untuk melahirkan seseorang wirausahawan yaitu mengidentifikasi kesempatan bisnis, analisa resiko dan perolehan kompetensi manajerial


DAFTAR PUSTAKA

1. http://definisi-pengertian.blogspot.com/2010/08/pengertian-kewirausahaan.html

2. http://revolsirait.com/definisi-kewirausahaan

3. http://thanah-nanu.blogspot.com/2010/12/kewirausahaan.html

4.http://cefeindo.wordpress.com/2007/05/02/kewirausahaan-dalamberbagaiperspektif/

5.http://www.scribd.com/doc/36533533/kewirausahaan



NAMA ANGGOTA KELOMPOK :
1. ACHMAD RIZKIANSYAH
2. EFA MELIA PUTRI LINGGA
3. IRFAN FAUZI

KELAS : 4EB05

Tidak ada komentar:

Posting Komentar